Bijogneo Home
Alam ini begitu kaya dengan segala mahluk yang terdapat di dalamnya, namun tidak semua memiliki kesempatan untuk dapat saling memperhatikan khususnya bagi objek objek yang unik, yang terkadang hanya hadir pada waktu dan tempat tertentu dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
FOKUS
Fiksi - Langkah
FOKUS
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Mandiri, pekerja keras, humoris, menyenangkan - - - transaksi komoditi adalah dunianya, berkutat di pergerakan harga EMAS dan MINYAK dunia...

Laman

Jumat, 05 Agustus 2011

Rakornas Demokrat Terkesan Arogan

Pidato Anas tenang, tapi jelas terkesan arogan. Arogan karena ia nampak jelas mengesankan sebagai The God Father, yang merasa menjadi untouchable man. Ia seakan sudah tahu persis bagaimana jalannya proses hukum di negeri ini, yang dari banyak pengalaman, mereka yang berlindung di ketiak partai yang tengah berkuasa sering diskenariokan terhindar dari jeratan hukum meski nampak jelas di mata masyarakat bahwa mereka telah atau tengah mencabik-cabik wibawa hukum yang berlaku di negeri ini.

Faktanya Nazarudin itu memang pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, artinya ia adalah orang yang paling bertanggung- jawab atas catatan resmi keluar masuknya uang ke kantong Demokrat. Jika ia akhirnya bernyanyi terdengar sumbang di telinga Demokrat, itu karena syair yang dinyanyikannya terdengar menyakitkan dan lebih dianggap sebagai penghianatan terhadap partai. Kita semua tahu bahwa syair-syair itu menjadi benar jika dibuktikan secara hukum. Tapi jika kita mengingat lagi, bahwa dari pengalaman pelaksanaan hukum di negeri ini,  wibawa hukum itu nyatanya lebih condong menyentuh objek hukum diluar lingkaran ketiak partai yang tengah berkuasa…, maka bagaimana mungkin nantinya pernyataan-pernyataan Nazarudin itu bisa dibuktikan secara fair dalam arti wibawa hukum mampu mengobok-obok ketiak Demokrat?

Seharusnya Demokrat sebagai partai yang menjanjikan pelaksanaan  kehidupan berbangsa yang taat hukum, yang meyakini bahwa hukum berlaku sama bagi semua warga  negara, segera tegas menentukan sikap pada semua kader-kadernya yang telah terdengar “Nakal”, yang merusak citra melalui sepak-terjang manipulasi pemenangan tender-tender raksasa, atau cara-cara busuk dalam penentuan dan pengesahan APBN.

Sikap tegas itu diperlukan sekarang. Bekukan aktivitas mereka, berikan keleluasaan untuk wibawa hukum ditegakkan, dan kembali kepada pengakuan bersama bahwa negeri ini adalah negara hukum dimana supremasi hukum dijunjung tinggi, semua warga negara tidak terkecuali semua sama statusnya dimata hukum. Dengan sikap itulah bersih-bersih di Partai Demokrat akan menjadi efektif, dan manfaatnya akan terlihat nanti pada pemilu 2014.